Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
BALI SIAP BERSAING
Nama Bali bukan hanya terkenal di level nasional melainkan sudah terdengar ke seantero dunia, bahkan dalam beberapa survei destinasi tujuan dunia, Bali masuk ke dalam 5 besar. TripAdvisor sebagai penyedia rekomendasi wisata menyebut bahwa Bali berada di urutan keempat di atas Barcelona sebagai tujuan wisata. Bukan tanpa alasan Bali dapat menduduki posisi keempat, berikut ini alasan-alasan yang mendukung sehingga Bali mampu bersaing.
Selain hamparan sawah Ubud ada juga wisata malam hari yang ramai dipadati oleh orang-orang, jalanan Legian dan Seminyak menjadi tempat yang ramai dikunjungj dimalam hari. Bar dan café yang berjejeran membuat para turis bebas memilih.
Dari 6 alasan tersebut terpampang jelas bahwa Bali sudah siap bersaing dengan negara- negara lain sebagai destinasi wisata yang layak. Satu hal terakhir yang tidak kalah pentingnya, Keramahan orang-orang Bali sangat pandai memikat hati turis-turis yang datang, bagi saya itu hal yang penting, karena saat kita merasa di sambut kita pasti merasa senang.
Jadi dapat disimpulkan bahwa Bali sudah siap bersaing untuk menjadi destinasi wisata baik dalam aspek alam, rekreasi, juga lingkungan sosial. Diharapkan para turis-turis yang berwisata pundapat mendukung Bali sebagai destinasi wisata.
Peluang Bisnis di Era Revolusi Industri 4.0
Perkembangan zaman membuat industri teknologi semakin berkembang secara alami. Para inovator selalu ingin terus menggali lebih dalam lagi inovasi-inovasi baru dalam rangka mempermudah kinerja hidup manusia. pada saat ini, semuanya sedang berfokus kepada revolusi industri 4.0 yang terus didengungkan setiap harinya. Di dalam industri 4.0, semua beralih ke arah modern dan sangat teknologi. Semua berharap dari teknologi dan bergantung dari teknologi juga.
Hal inilah yang membuat muncul berbagai peluang bisnis di era revolusi industri 4.0. Apa saja peluang bisnis yang ditawarkan dari industri terbaru ini? Apakah bisa memberikan keuntungan besar bagi lapisan masyarakat Indonesia? Berikut penjelasannya.
Fintech
Peluang bisnis pertama di era revolusi industri 4.0 adalah Fintech. Saat ini, kata ‘fintech’ sudah sangat sering terdengar di telinga masyarakat dunia, termasuk Indonesia, khususnya kalangan menengah ke atas yang melihat berbagai peluang bisnis dari urusan finansial.
Milenial menjadi salah satu target utama dari perusahaan fintech itu sendiri karena banyak perusahaan fintech yang memberikan kemudahan dalam pengelolaan keuangan, salah satu hal yang sebenarnya sulit untuk dilakukan oleh milenial. Tidak hanya itu saja, fintech juga memberikan kemudahan dalam urusan pembayaran di dalam transaksi jual beli. Hal inilah yang membuat fintech menjadi salah satu bisnis yang sangat sukses di industri 4.0.
Cloud hosting
Peluang bisnis kedua di era revolusi industri 4.0 adalah cloud hosting. Sering melihat penawaran jasa cloud akhir-akhir ini? Itulah yang dijual oleh mereka. Cloud adalah salah satu teknik penyimpanan database yang ringan sekaligus mudah diakses.
Pada dasarnya, masyarakat pastinya sudah pernah memakai cloud tapi tidak tahu kalau itu adalah cloud. Sebut saja Google Drive dan Dropbox, dua cloud yang paling sering digunakan di dalam industri saat ini. Itulah yang membuat cloud hosting sangat laku di industri 4.0 saat ini karena sangat berdekatan dengan dunia industri dan proses bisnis.
Bisnis jual beli online
Selanjutnya, ada juga bisnis jual beli online yang semakin menjanjikan di era revolusi industri 4.0. Memang bisnis jual beli onlinesudah besar sejak 10 tahun yang lalu berkat Forum Jual Beli di Kaskus, namun munculnya berbagai macam e-commerce di Indonesia membuat para pelaku bisnis kecil-kecilan bisa memanfaatkan kehadiran mereka secara maksimal.
Promosi yang tidak harus digembar-gemborkan serta tidak perlu menyediakan biaya operasional yang tinggi membuat bisnis jual beli online semakin besar di industri 4.0. Cara pembayaran yang lebih mudah pun juga ada pada saat ini. Tidak harus selalu ke ATM untuk transfer. Cash on Delivery, virtual account hingga berbagai pembayaran lewat perusahaan fintech membuat bisnis jual beli online terus berkembang.
On-Demand service
Peluang bisnis keempat di era revolusi industri 4.0 adalah On-Demand Service. Tidak perlu bingung jika asing dengan nama ini karena sebenarnya on-demand service sering sekali digunakan oleh masyarakat. Sebut saja beberapa aplikasi transportasi online. Itulah yang disebut on-demand service. Pada dasarnya on-demand service adalah layanan jasa yang hanya muncul di sekitar kita jika kita menginginkannya. Bisnis yang fleksibel inilah yang membuat on-demand servicesemakin digemari di dalam industri 4.0. Ini bisnis yang mendapat peluang sangat banyak karena setiap orang membutuhka transportasi instan juga cepat terlebih lagi jika tarif yang ditawarkan rendah.
Itulah beberapa peluang bisnis di era revolusi industri 4.0. Jika memang kamu bisa memanfaatkan revolusi industri ini dapat menjadi pertimbangan untuk membuka usaha yang memiliki peluang cukup besar untuk bersaing dj era revolusi4.0 ini.
Secara singkat, pengertian industri 4.0 adalah tren di dunia industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber.
Pada industri 4.0, teknologi manufaktur sudah masuk pada tren otomatisasi dan pertukaran data. Hal tersebut mencakup sistem cyber-fisik, internet of things (IoT), komputasi awan, dan komputasi kognitif.
Tren ini telah mengubah banyak bidang kehidupan manusia, termasuk ekonomi, dunia kerja, bahkan gaya hidup manusia itu sendiri. Singkatnya, revolusi 4.0 menanamkan teknologi cerdas yang dapat terhubung dengan berbagai bidang kehidupan manusia.
Bidang pariwisata juga mendapat dampaknya sendiri dan telah disambut dengan visi oleh Mentri kita, Arief Yahya beberkan visi pariwisata Indonesia dalam menyambut revolusi industri 4.0.
Menpar meyakini, datangnya Era Creative atau Cultural Industry dalam revolusi industri 4.0 adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindarkan. Karena cepat atau lambat akan menyisir hampir di seluruh sektor, tak terkecuali pariwisata.
“Saat ini pelancong, khususnya millennials 70 persen sudah menikmati manfaat era digital. Mereka melihat destinasi, pesan, dan bayar sudah dalam satu aplikasi di ponsel pintar dengan cepat, murah dan mudah,” kata Menpar Arief Yahya
Sadar akan hal tersebut, Menpar punya cara sendiri untuk menyambut revolusi industri 4.0 yang serba digital tersebut. Diantaranya adalah dengan menyiapkan platform digital dengan nama New ITX-Indonesia Tourism Exchange. “Hal itu sesuai dengan Gerakan Go Digital yang sudah kami sah kan dalam Rakornas di Ancol, Jakarta akhir Februari lalu,” lanjut Menpar Arief.
Lebih lanjut, menpar mencontohkan fenomena hadirnya Online Travel Agent (OTA) yang semakin kuat dan jauh meninggalkan bisnis travel agent konvensional. Misalnya Traveloka yang berhasil mencapai predikat unicorn digital company Indonesia.
Meskipun begitu, dalam pelaksanaannya bukan tanpa hambatan. Menurut data Kementerian Pariwisata (Kemenpar),masih ada 30 persen insan pariwisata Indonesia yang masih betah menggunakan cara lama.
Untuk mengatasinya, Menpar akan melakukan penyuluhan agar para pelaku pariwisata Indonesia seluruhnya sudah melek digital. “Kami akan menyiapkan SDM pariwisata yang siap menghadapi era Digital Tourism 4.0. Proses ini sebenarnya sudah dilakukan sejak 4 tahun silam dari tradisi analog konvensional menuju era digital di semua lini,” ungkap Menpar.
Dengan visi inilah Menpar meyakini, Indonesia akan tangguh dan mampu memenangi persaingan dalam dunia pariwisata.
“Revolusi industri sudah terasa dan makin terlihat di depan mata. Maka kami harus berlari lebih cepat, melompat lebih tinggi, agar bisa memenangkan persaingan global,” tutup Menpar Arief Yahya.”
Tetapi untuk saya sendiri revolusi 4.0 ini sudah sangat berpengaruh besar, semua terasa lebih mudah, wisatawan dapat dengan mudah berpergian, tidak perlu repot- repot lagi. Contoh terdekat saja mulai sekarang orang-orang banyak yang membeli tiket melalui aplikasi online dan sudah sangat jarang orang-orang menggunakan jasa travel, mulai dari tiket, penginapan, destinasi-destinasi pariwisata, bahkan hingga tiket-tiket wahana. Dan menurut saya orang-orang Indonesia sedang melakukan penyesuaian, kita bisa lihat dari penyewaan mobil yang sudah memiliki websitenya sendiri dan dengan mudahnya bisa langsung memesannya. Atau ada juga jasa penyewaan kapal biasa untuk menyebrang bali-gili yang sudah memiliki websitenya sendiri dan itu sangatlah memudahkan wisatawan-wisatawan asing ataupun lokal, para wisatawan dapat dengan mudah memikirkan rencananya untuk berlibur.
Bagaimanapun, para pengusaha lokal harus sudah bisa menyesuaikan diri dengan revolusi 4.0 ini karena orang-orang (buyer) kini telah dengan cepat menyesuaikan diri dengan era revolusi 4.0 ini.
Seperti yang disampaikan oleh Mentri Pariwisata Arief Yahya, “pariwisata digital adalah satu keniscayaan yang harus diikuti oleh agen perjalanan pariwisata agar tidak kalah bersaing. “
Pernyataan ini dikemukakan di depan 300 orang peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Association of the Indonesian Tour & Travel Agencies (ASITA) di Ballroom Ciputra World, Surabaya.
Di tengah begitu banyak gangguan di banyak industri, Menpar Arief Yahya menyebut 3T yakni Telecommunication, Transportation, serta yang sedang dan akan terjadi, di Tourism.
Pa Arief Yahya pun mengingatkan para travel agen konvensional agar dapat mengikuti revolusi tersebut, agar tidak kalah saing dengan travel agen online lain.
Perkataan Pak Arief ini sudah ditanggapi oleh ASITA, Ketua DPP ASITA Indonesia, Asnawi Bahar mengakui pernyataan Arief Yahya benar dan ASITA pun sudah mempersiapkan diri untuk terus beradaptasi mengikuti perubahan ke arah digital tourism agar tetap bisa memberi kontribusi kedatangan wisman yang ditargetkan pemerintah.
“ASITA menyadari betul apa yang disampaikan Pak Menteri memang sedang terjadi. Karena itu ASITA juga menyiapkan aplikasi-aplikasi yang bisa digunakan para anggotanya untuk bisa turut bersaing di era digital tourism sekarang ini,” ujar Asnawi.
Saat ini ASITA sedang mematangkan aplikasi – aplikasi agar dapat digunakan dengan baik dan dapat bersaing yang beranggotakan 90 persen adalah UMKM.
Alasan itu, menjadi latar belakang penyelenggaraan Rakernas kali ini di Jawa Timur. Dia menjelaskan, salah daerah di Jawa Timur, yakni Banyuwangi, telah berhasil menerapkan digital tourism yang didengungkan Kementerian Pariwisata. Dan dengan begitu menjadi pacuan untuk daerah – daerah lainnya.
This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.
You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.
Why do this?
The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.
To help you get started, here are a few questions:
You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.
Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.
When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.