Secara singkat, pengertian industri 4.0 adalah tren di dunia industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber.
Pada industri 4.0, teknologi manufaktur sudah masuk pada tren otomatisasi dan pertukaran data. Hal tersebut mencakup sistem cyber-fisik, internet of things (IoT), komputasi awan, dan komputasi kognitif.
Tren ini telah mengubah banyak bidang kehidupan manusia, termasuk ekonomi, dunia kerja, bahkan gaya hidup manusia itu sendiri. Singkatnya, revolusi 4.0 menanamkan teknologi cerdas yang dapat terhubung dengan berbagai bidang kehidupan manusia.
Bidang pariwisata juga mendapat dampaknya sendiri dan telah disambut dengan visi oleh Mentri kita, Arief Yahya beberkan visi pariwisata Indonesia dalam menyambut revolusi industri 4.0.
Menpar meyakini, datangnya Era Creative atau Cultural Industry dalam revolusi industri 4.0 adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindarkan. Karena cepat atau lambat akan menyisir hampir di seluruh sektor, tak terkecuali pariwisata.
“Saat ini pelancong, khususnya millennials 70 persen sudah menikmati manfaat era digital. Mereka melihat destinasi, pesan, dan bayar sudah dalam satu aplikasi di ponsel pintar dengan cepat, murah dan mudah,” kata Menpar Arief Yahya
Sadar akan hal tersebut, Menpar punya cara sendiri untuk menyambut revolusi industri 4.0 yang serba digital tersebut. Diantaranya adalah dengan menyiapkan platform digital dengan nama New ITX-Indonesia Tourism Exchange. “Hal itu sesuai dengan Gerakan Go Digital yang sudah kami sah kan dalam Rakornas di Ancol, Jakarta akhir Februari lalu,” lanjut Menpar Arief.
Lebih lanjut, menpar mencontohkan fenomena hadirnya Online Travel Agent (OTA) yang semakin kuat dan jauh meninggalkan bisnis travel agent konvensional. Misalnya Traveloka yang berhasil mencapai predikat unicorn digital company Indonesia.
Meskipun begitu, dalam pelaksanaannya bukan tanpa hambatan. Menurut data Kementerian Pariwisata (Kemenpar),masih ada 30 persen insan pariwisata Indonesia yang masih betah menggunakan cara lama.
Untuk mengatasinya, Menpar akan melakukan penyuluhan agar para pelaku pariwisata Indonesia seluruhnya sudah melek digital. “Kami akan menyiapkan SDM pariwisata yang siap menghadapi era Digital Tourism 4.0. Proses ini sebenarnya sudah dilakukan sejak 4 tahun silam dari tradisi analog konvensional menuju era digital di semua lini,” ungkap Menpar.
Dengan visi inilah Menpar meyakini, Indonesia akan tangguh dan mampu memenangi persaingan dalam dunia pariwisata.
“Revolusi industri sudah terasa dan makin terlihat di depan mata. Maka kami harus berlari lebih cepat, melompat lebih tinggi, agar bisa memenangkan persaingan global,” tutup Menpar Arief Yahya.”
Tetapi untuk saya sendiri revolusi 4.0 ini sudah sangat berpengaruh besar, semua terasa lebih mudah, wisatawan dapat dengan mudah berpergian, tidak perlu repot- repot lagi. Contoh terdekat saja mulai sekarang orang-orang banyak yang membeli tiket melalui aplikasi online dan sudah sangat jarang orang-orang menggunakan jasa travel, mulai dari tiket, penginapan, destinasi-destinasi pariwisata, bahkan hingga tiket-tiket wahana. Dan menurut saya orang-orang Indonesia sedang melakukan penyesuaian, kita bisa lihat dari penyewaan mobil yang sudah memiliki websitenya sendiri dan dengan mudahnya bisa langsung memesannya. Atau ada juga jasa penyewaan kapal biasa untuk menyebrang bali-gili yang sudah memiliki websitenya sendiri dan itu sangatlah memudahkan wisatawan-wisatawan asing ataupun lokal, para wisatawan dapat dengan mudah memikirkan rencananya untuk berlibur.
Bagaimanapun, para pengusaha lokal harus sudah bisa menyesuaikan diri dengan revolusi 4.0 ini karena orang-orang (buyer) kini telah dengan cepat menyesuaikan diri dengan era revolusi 4.0 ini.